Nalar24.id | TANGERANG — Sabtu pagi, asap putih mengepul di gang-gang RW 02 Kelurahan Babakan.
Itu tanda dimulainya fogging. Sebanyak 310 rumah di RT 04 disemprot petugas Puskesmas Sukasari. Targetnya satu: memutus rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue.
Langkah ini diambil setelah 4 warga RW 02 dilaporkan terjangkit DBD. Dua warga dari RT 01 dan RT 05 bahkan sudah dirawat di rumah sakit.
“Kegiatan ini untuk mengantisipasi dan bertambah kemungkinan terjangkitnya DBD,” ujar Ketua RT 04 Sutami, yang akrab disapa RT Tommi.

Fogging dilakukan bersama pengurus Posyandu Bu Oom dan Ketua Karang Taruna Gerry Suwandi. Suasana gotong royong terasa. Warga keluar rumah, membuka pintu, mempersilakan petugas masuk.
“Ya mengantisipasi kemungkinan berjangkitnya demam berdarah,” ucap Padilah sambil tersenyum.
Beberapa hari sebelum fogging, tim surveilan Puskesmas sudah turun. Hasilnya memprihatinkan. Jentik Aedes Aegypti ditemukan di mana-mana. Mulai dari bak kamar mandi, botol bekas air mineral, gelas plastik, sampai ban bekas.
Petugas Ikbal dan Igun tidak hanya menyemprot. Mereka juga mengedukasi.
“Kerja bakti oleh warga membersihkan lingkungan merupakan cara efektif dalam memberantas nyamuk DBD. Warga dapat melakukannya rutin setiap bulan,” pesannya.
Ia mengingatkan, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Untuk memutus siklus hidup, warga harus aktif 3M Plus: menguras, menutup, mengubur, dan menabur abate.
“Jangan biasakan menggantung pakaian kotor di balik pintu,” tambahnya.

RT Tommi berharap semangat ini tidak berhenti di fogging.
“Terima kasih kepada petugas Puskesmas Sukasari Ikbal dan Igun dan seluruh warga. Semoga kekompakan ini berlanjut,” katanya.

Respon (1)