KEMPES, MARADONA, MESSI JUARA! TAPI RAKYAT ARGENTINA TETAP MISKIN?

Pemain Argentina merayakan dan mengangkat trofi Piala Dunia
Kapten Argentina mengangkat trofi Piala Dunia. Tim Tango bidik gelar ke-4 di final 2026 vs Spanyol.

Nalar24id | Sporty – Argentina kembali membuka peluang mengangkat trofi Piala Dunia. Tim Tango melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Inggris 2-1.

Di final, Minggu (19/7/2026), Argentina akan menghadapi Spanyol. Jika menang, Argentina akan mengoleksi gelar keempat sekaligus menjadi juara Piala Dunia 2 kali beruntun.

Di tengah keberhasilan tersebut ada pola unik. Tiga gelar sebelumnya pada 1978, 1986, dan 2022 diraih ketika perekonomian Argentina sedang menghadapi masalah berat.

1978: Juara di Tengah Inflasi 176%
Argentina juara pertama saat jadi tuan rumah dan kalahkan Belanda 3-1. Mario Kempes bintang dengan 2 gol. Namun di luar lapangan, inflasi 176% dan PDB kontraksi 4,5%. Utang luar negeri naik dari US$7,9 miliar 1975 menjadi US$12,5 miliar 1978.

1986: Maradona Bersinar, Utang Menggunung
Maradona bawa Argentina juara di Meksiko usai kalahkan Jerman Barat 3-2. Gol “Tangan Tuhan” vs Inggris jadi sejarah. Tapi inflasi masih 116% dan utang luar negeri US$51,7 miliar. 3 tahun kemudian Argentina alami hiperinflasi 3000%.

2022: Messi Juara Saat Inflasi 94,8%
Penantian 36 tahun berakhir di Qatar. Argentina kalahkan Prancis lewat adu penalti. Namun inflasi 94,8% dan kemiskinan 39,2%. Tahun berikutnya inflasi melonjak ke 211,4%.

2026: Kondisi Berbeda
Menjelang final, ekonomi Argentina lebih baik. Inflasi Juni 2026 33,5% yoy dan 1,9% mom, terendah 10 bulan. PDB tumbuh 4,4% di 2025 dan 2,3% di kuartal I-2026.

Sepak bola selalu jadi pelarian sejenak dari persoalan ekonomi. Tapi tahun ini, jika juara, trofi datang saat ekonomi mulai pulih.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *