Nalar24.id | TANGERANG — Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial. Bagi Pemkot Tangerang, ini momentum memperkuat fondasi Kota Layak Anak.
DP3AP2KB Kota Tangerang kini bergerak masif. Strateginya “jemput bola” sampai ke akar rumput. Salah satunya dengan membentuk Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat atau PATBM di tingkat RT.
“Kami ingin seluruh elemen, pemerintah, masyarakat, akademisi, media, bersama-sama mencegah kekerasan dan perundungan,” kata Kepala DP3AP2KB Tihar Sopian.
Langkah lain adalah gerakan TUNAS atau “Tunggu Anak Siap”. Bukan untuk melarang gawai, tapi membatasi. Program ini digandengkan dengan Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan untuk deteksi dini dampak konten negatif.
“Anak-anak perlu ruang untuk berekspresi secara positif. Kegiatan puncak HAN nanti sepenuhnya kami fasilitasi agar mereka bisa berkolaborasi langsung dengan Pemkot,” jelas Tihar.
Komitmen KLA juga terlihat dari integrasi fasilitas lintas OPD: sekolah ramah anak, rumah ibadah ramah anak, transportasi publik aman, hingga ruang terbuka hijau.

Melalui HAN 2026, Tihar berharap semua pihak bahu-membahu.
“Semoga anak-anak kita tumbuh subur menjadi generasi emas yang cerdas, inovatif, dan kreatif. Mari suarakan stop kekerasan pada anak di Kota Tangerang,” tutupnya.












