Nalar24.id | TANGERANG — Selasa (14/7/2026), Gubernur Banten Andra Soni berdiri di tengah siswa baru SMK Jaya Buana, Kresek. Bukan hanya untuk membuka MPLS. Tapi untuk menegaskan arah Program Sekolah Gratis.
“Bukan hanya sekadar gratis, tetapi juga berkualitas,” tegasnya.
Kalimat itu penting. Karena selama ini stigma sekolah gratis sering identik dengan kualitas pas-pasan. SMK Jaya Buana mencoba mematahkan itu.
Tahun kedua ikut program ini, sekolah swasta itu menampung hampir 2.000 siswa di 10 jurusan teknik. Tahun ini saja pendaftarnya tembus 1.800-2.000, tapi dibatasi 1.000 agar fasilitas maksimal.
Yang membedakan: link and match. SMK Jaya Buana menggandeng 130 perusahaan industri dan 2 perguruan tinggi di China. Hasilnya, 9 siswa dapat beasiswa kuliah ke China. Ada juga siswa yang mewakili Banten di LKS tingkat nasional.
“Ini bukti sekolah swasta dalam Program Sekolah Gratis mampu menghasilkan lulusan kompetitif,” kata Andra.

Bagi Pemprov, Sekolah Gratis adalah jalan untuk membuka akses seluas-luasnya. Ketika sekolah negeri penuh, swasta jadi solusi. Tapi dengan catatan: mutu harus dijaga.
Kesaksian siswa pun menguatkan. Raisa kelas XI TKJ mengaku beban keluarga berkurang. Siti Alfiah dari Teknik Kimia Industri berharap program ini berlanjut.
Bagi Andra, dukungan masyarakat kunci agar lebih banyak anak Banten mendapat pendidikan terbaik.












