Nalar24.id | Tangerang — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid memimpin doa bersama tim penanggulangan bencana dan relawan untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan, baik personil tim yang terlibat maupun masyarakat terdampak di TPA Jatiwaringin Kec. Mauk, Rabu (08/07/2026).
“Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqo untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama juga kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Apresiasi Tim Gabungan Hari ke-9
Di sela kunjungannya, Bupati Maesyal mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana kebakaran TPA Jatiwaringin.
“Hari ini penanganan bencana kebakaran hari yang ke-9. Semua tim baik itu dari pusat, BNPB, Kementerian LH, Kementerian Kehutanan dengan Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang termasuk juga dari Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upayanya yang tak pernah berhenti,” ucapnya.
Ia menyebut kolaborasi terpadu dari semua pihak menjadi dorongan semangat untuk terus berupaya maksimal mengatasi tantangan di lapangan.

“Alhamdulillah semuanya semangat terus. Baru saja sudah kita lihat masih ada titik-titik asap yang harus kita padamkan. Semuanya sudah saling bantu, kita bergandeng tangan bersama-sama,” ujarnya.
Fokus Penanganan Warga Terdampak
Upaya penyiraman air di lokasi yang masih berasap terus dilakukan, selain waterbombing dengan helikopter dari BNPB untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau.
Bupati juga memastikan fokus penanganan bagi masyarakat terdampak tetap diutamakan. Pemerintah daerah menjamin kesehatan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat di tempat evakuasi Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar Kec. Rajeg.
“Apabila asapnya ke wilayah pemukiman, langsung kita tangani evakuasi di kantor desa. Petugas kesehatannya stand by, kebutuhan sehari-hari, makan minum kita siapkan, vitamin, suplemen juga kita berikan,” jelasnya.
Terkait rekayasa hujan, pihaknya masih menunggu informasi BMKG karena awan masih sangat tipis sehingga belum bisa dilakukan hujan buatan.












