Nalar24.id | Banten — Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Letusan terekam pada malam hari dari atas kapal yang melintas di perairan Selat Sunda, Kamis 3/7/2026`.
Dalam video yang beredar, terlihat semburan lava pijar dan kolom abu yang membumbung tinggi. Cahaya merah dari kawah memantul ke permukaan laut dan menerangi langit malam.
Imbauan Kewaspadaan untuk Pelayaran
Aktivitas erupsi ini langsung mendapat perhatian dari otoritas pelayaran. Melalui pengumuman VTS Merak, seluruh nahkoda kapal diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Perhatian seluruh kapal yang melintas di wilayah Selat Sunda. Gunung Anak Krakatau dalam status Siaga. Dilarang mendekat dalam radius 5 nautical mile dari kawah aktif,” demikian isi imbauan yang terdengar dalam video.
Rute penyeberangan `Merak – Bakauheni` merupakan salah satu jalur tersibuk yang melintasi Selat Sunda. Pihak syahbandar mengimbau ABK dan penumpang untuk mengikuti prosedur keselamatan dan tidak mendekat ke lokasi erupsi demi alasan dokumentasi.
Potensi Bahaya Letusan
PVMBG mencatat Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang berpotensi menimbulkan tsunami vulkanik, hujan abu, dan gangguan navigasi kapal akibat kolom abu vulkanik.
Masyarakat pesisir Banten dan Lampung serta pengguna jasa penyeberangan diminta tetap tenang namun waspada. Informasi resmi terkait perkembangan erupsi dapat dipantau melalui kanal BMKG dan PVMBG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat erupsi tersebut.
(hendra)












