Nalar24.id | Dharmasraya — Semangat literasi kembali berkobar di pelosok Dharmasraya. Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Dharmasraya menggelar kegiatan literasi ramah anak di Taman Baca Rimba, Nagari Banai, Kecamatan Sembilan Koto, Minggu (7/6/2026).
Nagari Banai merupakan daerah pinggiran Dharmasraya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Meski terpencil, gairah membangun budaya baca justru tumbuh subur lewat Taman Baca Rimba.
Kegiatan bertema literasi ramah anak ini diisi dengan membaca nyaring, membaca bersama, dan bermain edukatif. Sekitar 30 anak tampak ceria mengikuti setiap sesi.
Hadir sebagai penggerak, Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya, bersama Novela Rahman, Founder Taman Baca Rimba, serta relawan Rumah Baca Marenda dan Taman Baca Rimba.
Amar langsung mempraktikkan metode membaca nyaring. Dengan ekspresif, ia mengajak anak-anak menyimak cerita, berimajinasi, dan berinteraksi aktif. Suasana hangat membuat anak-anak antusias dari awal hingga akhir.

“Metode membaca nyaring efektif menumbuhkan minat baca sejak dini. Ini membangun kedekatan emosional, melatih fokus, memperkaya kosakata, dan menumbuhkan cinta buku,” jelas Amar.
Ia menegaskan, “Perpustakaan hadir demi martabat bangsa. Literasi bukan sekadar bisa membaca, tapi menumbuhkan harapan, imajinasi, karakter, dan masa depan generasi muda.”
Amar juga mengapresiasi konsistensi Taman Baca Rimba menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak perbatasan.
Founder Taman Baca Rimba, Novela Rahman, menyebut taman baca sebagai ikhtiar kecil menyalakan cahaya pengetahuan dari pelosok. “Nyalakan cahaya dari pelosok negeri bukan sekadar jargon. Ini semangat menghadirkan akses literasi yang menyenangkan dan dekat dengan anak,” tegasnya.
Anak-anak tidak hanya membaca, tapi juga bermain edukatif, berdiskusi, dan belajar mengekspresikan diri.
Kegiatan ini membuktikan gerakan literasi bisa tumbuh dari ruang sederhana di pelosok. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan terus menguatkan budaya baca demi mencetak generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter.
red24/Rengga












